Pulang, siapa yang tidak merasa senang ketika membayangkan ada tempat kita bersauh mengistirahatkan fisik dan batin setelah lelah seharian bergumul dengan penat dan kerasnya kehidupan. Ada kerinduan yang mendalam, ingin kembali ke tempat dimana kita berasal, dimana ada banyak cerita dan romantika masa lalu. Pulang kampung misalnya, kita semua tahu benar ketika
Selasa, 24 Juni 2014
Minggu, 18 Mei 2014
MELAWAN ARUS
![]() |
| Workshop Jurnalistik Kopertis III |
“Ini hidup. Hadepin! Kamu harus berani” kata-kata kakaknya Kuggy di
film Perahu Kertas, yang selalu terngiang ditelingaku setiap kali menemukan
kerikil diperjalanan dalam hidup. Aku
terlahir di dunia ini tidak sendirian, namun bersama bakat dan
kemampuan. Aku bukanlah orang yang rajin belajar, bahkan urat bacaku pun masih lemah. Aku bukanlah orang yang ketika diberi
tugas lantas akan langsung
kukerjakan saat itu juga.
Aku bukanlah orang yang berlomba-lomba ingin namanya dicantumkan di makalah atau proposal sebagai
sekertaris atau lain-lain. Aku bukan orang yang sering diperhatikan guru-guru atau dosen. Hanya
siswa biasa, wajar-wajar saja. Tapi
siapa sangka, pengalaman yang aku dapatkan diluar
telah membimbingku kepada sesuatu yang lebih bermakna.
Selasa, 29 April 2014
Menelisik Ideologi IMM
Menurut Frans Magnis Suseno, ideologi merupakan
keseluruhan sistem berfikir, nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah
gerakan, kelompok sosial atau individu. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu
sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial, sejarahnya dan
proyeksinya ke masa depan. Ideologi dalam pengertian yang paling umum dan
paling dangkal biasanya diartikan sebagai istilah mengenai sistem nilai, ide,
moralitas, interpretasi dunia dan lainnya.Jadi
ideologi adalah ide
atau gagasan. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala
sesuatu. Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan
melalui proses pemikiran normatif. Lain halnya dengan Antonio Gramsci, menurutnya ideologi lebih dari
sekedar sistem ide. Bagi Gramsci, ideologi secara historis memiliki keabsahan
yang bersifat psikologis. Artinya ideologi “mengatur” manusia dan memberikan
tempat bagi manusia untuk bergerak, mendapatkan kesadaran akan posisi mereka,
perjuangan mereka dan sebagainya.
Dari sinilah terlihat
betapa ideologi merupakan perangkat mendasar dan merupakan salah satu unsur
yang akan mewarnai aktivitas dan sangat berpengaruh terhadap perilaku kehidupan sosial.
Jumat, 25 April 2014
Aku mendengarnya ..
Ditempat ini aku
melihatmu.
mendengar bisikkan hatimu.
aku masih tetap sendiri. menunggu
menunggumu melangkah, berjuang
mendengar bisikkan hatimu.
aku masih tetap sendiri. menunggu
menunggumu melangkah, berjuang
Selasa, 22 April 2014
KETIKA SEORANG MUSLIM BERFIKIR
Ini Tulisan temen seperjuanganku. Tulus Setyo Pamuji namanya. Seorang Mahasiswa. Yang secara cuma-cuma diberi gelar Preman Intelektual oleh Kepala Prodi PGSD di kampusku. Sekarang dia adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasanya Afika. You know Afika ? You know her so well laaaah :)
Allright. Check it out !!!!!
Allright. Check it out !!!!!
Ini Anggapan bahwa berpikir
secara mendalam tidaklah baik.
Ada
sebuah kepercayaan yang kuat dalam masyarakat bahwa berpikir secara mendalam
tidaklah baik. Mereka saling mengingatkan satu sama lain dengan mengatakan
"jangan terlalu banyak berpikir, anda akan kehilangan akal". Sungguh
ini tidak lain hanyalah omong kosong yang didengung-dengungkan oleh mereka yang
jauh dari agama. Yang seharusnya dihindari bukanlah tidak berpikir, akan tetapi
memikirkan
Langganan:
Postingan (Atom)



